Sabtu, 17 Juni 2017

Sejarah Batik Trusmi Cirebon



Dibuatnya Batik Trusmi

Kisah memba tik Desa Trusmi berawal dari peranan Ki Gede Trusmi. Salah seorang pengikut setia dari Sunan Gunung Jati, beliau mengajarkan seni membatik sembari menyebarkan Islam. Sampai sekarang, makam Ki Gede masih terawatbaik, setiap tahun dilakukan upacara cukup khidmat, upacara GantiWelit (ataprumput) dan Ganti Sirap setia pempat tahun. Disepanjang jalan utama yang berjarak 1,5 km dari desa Trusmi sampai Panembahan, saat ini banyak kita jumpai puluhan showroom batik. Berbagai papan nama showroom Nampak berjejer menghiasi setiap bangunan yang ada ditepijalan. Munculnya berbagai showroom ini tak lepas dari tingginya minat masyarakat terutama dari luar kota terhadap batik Cirebon dari mulai showroom batik hingga online shop.
 



                           Gambar 1.1 : Gerbang Masuk Kawasan BATIK TRUSMI           

Kampung Batik Trusmi adalah pusat industry batik di Cirebon sekaligus sebagai tempat wisa takuliner. Kampung ini terletak di Plered, Cirebon, sekitar empat kilometer disebelah barat Kota Cirebon. Pengrajin batik di desa Trusmi dan sekitarnya, seperti desa Gamel, Kaliwulu, Wotgali, dan Kali tengah, berjumlah kurang lebih dari 3000 tenaga kerja. 

Batik Trusmi

            Batik Trusmi berhasil menjadi ikon batik dalam koleksi kain nasional. Batik Cirebon sendiri termasuk golongan Batik Pesisir, namun juga sebagian batik Cirebon termasuk dalam kelompok batik keraton. Hal ini dikarenakan Cirebon memiliki dua buah keratin yaitu Keratonan Kasepuhan dan Keraton Kanoman, yang konon berdasarka nsejarah dari dua keratin ini muncul beberapa desain batik Cirebonan Klasik yang hingga sekarang masih dikerjakan oleh sebagian masyarakat desa Trusmi diantaranya seperti Mega Mendung, Paksinaga Liman, Patran Keris, Patran Kangkung, SingaPayung, SingaBarong, Banjar Balong, AyamAlas, Sawat Penganten, Katewono, GunungGiwur, SimbarMenjangan, Simbar Kendo, dan lain-lain.

 


Gambar 1.2 : Motif Batik Trusmi Mega Mendung




Tidak ada komentar:

Posting Komentar